Girimu.com MOJOKERTO – Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar edukasi kesehatan tentang ketidaknyamanan pada masa perimenopause bagi ibu-ibu usia 45–50 tahun di Balai Dusun Greyol, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (15/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapan perempuan dalam menghadapi masa transisi menuju menopause. Edukasi diberikan melalui penyuluhan kesehatan serta praktik aktivitas fisik ringan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan pengertian perimenopause, perubahan hormonal yang terjadi, serta berbagai gejala yang sering dialami perempuan. Beberapa gejala yang dibahas antara lain hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, hingga rasa lelah yang kerap muncul pada masa tersebut.
Materi disampaikan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Para peserta juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman terkait perubahan yang mereka rasakan selama masa perimenopause.
Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, mahasiswa juga memberikan pretest sebelum penyuluhan dan posttest setelah kegiatan edukasi selesai.
Selain penyuluhan kesehatan, kegiatan ini dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik senam ringan yang dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan selama masa perimenopause. Para peserta diajak melakukan gerakan sederhana yang bertujuan meningkatkan kebugaran tubuh, memperbaiki kualitas tidur, serta mengurangi keluhan seperti nyeri sendi dan kelelahan.
Kegiatan praktik senam tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Para ibu tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa hingga kegiatan berakhir.
Salah satu mahasiswa penyelenggara kegiatan mengatakan edukasi ini diharapkan dapat membantu para ibu memahami perubahan tubuh yang terjadi selama masa perimenopause.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para ibu dapat lebih memahami perubahan yang terjadi pada tubuh serta mengetahui cara mengelola keluhan yang muncul sehingga tetap dapat menjalani aktivitas dengan baik,” ujarnya.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan setelah peserta mengikuti edukasi kesehatan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya belum memahami perubahan yang terjadi selama perimenopause menjadi lebih mengetahui cara mengelola keluhan yang muncul.
Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan dapat menjadi strategi efektif dalam membantu perempuan menghadapi masa transisi menuju menopause dengan lebih siap dan percaya diri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kebidanan UMG berharap para ibu dapat menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kualitas hidup selama masa perimenopause. Program edukasi kesehatan seperti ini juga diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak perempuan memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan kesejahteraan di masa menopause.
Mahasiswa Kebidanan UMG Edukasi Perimenopause
Reporter: Bahriyyatur Rohmaniyyah
