Mengenal Diri Sebelum Nikah, Cara Kemenag Gresik dan Smamio Bentengi Siswa Kelas XII

Reporter: Yanita Intan Sariani

Berita Sekolah1454 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Memasuki fase transisi dari seragam putih-abu-abu menuju dunia kampus dan masyarakat, siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik dibekali benteng spiritual yang kokoh. Hari ini (21/5/2026), Masjid Al Mizan Smamio menjadi saksi riuhnya antusiasme siswa dalam ajang Inspiring Talk bertajuk “Self Love First: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Pelaminan”.

Tak tanggung-tanggung, Smamio menggandeng dua pakar dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik. Keduanya: Penyuluh Agama Islam Mas’ud, SSosI dan Nailul Muna, Lc, MPd.

Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, MPd, menegaskan, kegiatan ini sengaja dirancang sebagai modal utama sebelum para siswa dilepas ke masyarakat. Menurutnya, pematangan karakter jauh lebih penting di atas segalanya.

“Hari ini adalah sarapan spiritual sekaligus pembekalan hidup. Jadilah orang baik, karena kebaikan yang kita tanam akan kembali ke diri kita sendiri. Tetap jaga attitude, kuatkan ibadah, dan jaga kehormatan diri,” tegas Ulyatun memotivasi.

Di hadapan para siswa, Mas’ud membedah dinamika psikologis remaja. Menurutnya, usia lulus SMA merupakan fase krusial. Remaja, katanya,  berada di zona transisi; bukan lagi anak-anak, namun belum matang sepenuhnya sebagai orang dewasa. Kondisi ini kerap memicu krisis identitas dan emosi yang fluktuatif.

“Di sinilah pentingnya bimbingan. Tujuannya jelas, memberikan life skill, mengedukasi pentingnya menunda usia pernikahan dini, dan menyiapkan masa depan karier yang matang,” ujar Mas’ud.

Pria yang menjadi penyuluh agama Islam tersebut juga meluruskan stereotip masyarakat tentang Kantor Urusan Agama (KUA).

“KUA itu bukan sekadar tempat mencatat nikah. Kami melayani urusan wakaf, pemberantasan buta huruf, pencegahan NAPZA, hingga pendampingan keluarga,” bebernya.

Ia berpesan agar Gen-Z Smamio lihai mengendalikan diri, selektif memilih sirkel pertemanan, dan tidak mudah termakan hoaks.

Sementara itu, Nailul Muna melengkapi sesi dengan mengupas kesiapan pranikah dari sudut pandang syariat. Ia menekankan, konsep self love dalam Islam bermuara pada kemampuan menjaga kehormatan.

“Mengenal diri sendiri adalah kunci. Tahu batas, tahu hak dan kewajiban. Dengan menjaga pergaulan sesuai koridor islami, kita sedang menyelamatkan masa depan kita sendiri,” pungkas Nailul. (*)

 

Editor