Mentari baru saja mengintip di ufuk timur, namun halaman SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK MATIG) sudah riuh oleh ratusan calon siswa baru. Senin pagi, 13 Juli 2026, sejak pukul 05.30 WIB, bukan hanya seragam baru yang memenuhi lapangan, melainkan juga para wali murid. Mereka hadir mendampingi putra-putri mereka, tak sekadar mengantar, melainkan mengukuhkan sebuah ikatan, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah dan keluarga.
Apel pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Pelajaran 2026/2027 itu berlangsung khidmat. Ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pendidikan di sekolah vokasi tersebut. Penyematan ID Card secara simbolis kepada perwakilan murid baru oleh Kepala SMK Muhammadiyah 3 Gresik mengukuhkan dimulainya seluruh rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Namun, momen penandatanganan MoU-lah yang mencuri perhatian. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol penguatan kerja sama. Tujuannya jelas: mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 3 Gresik, baik dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, maupun peningkatan prestasi akademik dan nonakademik.
Hasan Abidin, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Gresik, dalam amanatnya menegaskan, keberhasilan siswa tak melulu soal kemampuan akademik atau keterampilan teknis (hard skill). Karakter dan soft skill justru menjadi penentu utama.
“Perusahaan saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter yang baik, disiplin, mampu bekerja sama, bertanggung jawab, jujur, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Karena itu, selama belajar di SMK MATIG, kami akan membiasakan peserta didik untuk mengembangkan soft skill sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar Hasan.
Ia juga menekankan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama sekolah dan keluarga. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua menjadi kunci optimalisasi perkembangan peserta didik. “MoU ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama untuk saling mendukung, saling berkomunikasi, dan bersama-sama mengawal perkembangan putra-putri kita selama menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 3 Gresik,” tambahnya.
Antusiasme para wali murid tampak jelas sejak dini hari. Mereka mengikuti seluruh rangkaian apel dengan penuh perhatian, tak lupa mengabadikan momen hari pertama sekolah anak-anak mereka.
Melalui MPLS/FORTASI 2026 ini, SMK Muhammadiyah 3 Gresik tak hanya memperkenalkan lingkungan. Lebih dari itu, mereka menanamkan budaya disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah.
Dengan sinergi kuat antara sekolah, orang tua, dan peserta didik, SMK MATIG optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, menguasai kompetensi sesuai bidang keahlian, serta memiliki soft skill yang menjadi kebutuhan utama dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.












