Girimu.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan menetapkan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik sebagai sekolah berintegritas, berkarakter dan berprestasi menuju zona integritas mewujudkan Jatim cerdas untuk SDM unggul dan berdaya saing. Prestasi membanggakan ini ditetapkan dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Negara Grahadi, Senin (4/5/2026), yang langsung disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Menariknya, Smamio menjadi salah satu dari 40 sekolah terpilih di Jawa Timur yang mendapatkan predikat tersebut, sekaligus mewakili sekolah Muhammadiyah di tingkat provinsi. Capaian ini semakin menegaskan posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang konsisten dalam menanamkan nilai-nilai integritas.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Smamio dalam membangun budaya pendidikan yang menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola kepemimpinan yang baik.
Gubernur Khofifah dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi bangsa.
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, MPd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Penghargaan Sekolah Berintegritas ini bukan sekadar capaian, tetapi amanah besar bagi kami untuk terus menjaga nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi dalam setiap proses pendidikan. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, serta dukungan orang tua,” ujarnya penuh haru.
Ia juga menegaskan, bahwa integritas bukan hanya slogan, melainkan nilai yang sejalan dengan ajaran Islam dan harus hidup dalam keseharian.
“Dalam perspektif ke-Islaman, integritas adalah bagian dari akhlak mulia. Kejujuran (shiddiq), amanah, dan tanggung jawab bukan hanya nilai sosial, tetapi juga bentuk ibadah. Kami ingin memastikan, bahwa setiap langkah pendidikan di sekolah ini tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga insan yang berakhlakul karimah dan memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan, bahwa pendidikan berintegritas harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kami berkomitmen menjadikan nilai-nilai Al-Islam sebagai fondasi utama. Integritas bagi kami bukan sekadar budaya sekolah, tetapi jalan untuk membentuk generasi yang jujur dalam tindakan, lurus dalam niat, dan memberi manfaat bagi umat. Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah yang mampu menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,” tuturnya.
Sementara itu, Eko Agus Suwandi, SPd, MM, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan selamat kepada SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik atas predikat Sekolah Berintegritas. Ini merupakan bukti nyata bahwa budaya jujur dan tata kelola yang baik telah dijalankan secara konsisten. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Gresik, untuk terus menguatkan integritas dalam penyelenggaraan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar predikat ini tidak hanya menjadi penghargaan seremonial, tetapi benar-benar dijaga dan diimplementasikan secara berkelanjutan dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Penetapan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik sebagai Sekolah Berintegritas tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai dari penguatan tata kelola sekolah, pembiasaan nilai-nilai kejujuran di lingkungan belajar, hingga komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dan berdaya saing. Momentum peringatan Hardiknas tahun ini pun menjadi semakin bermakna, tidak hanya sebagai refleksi perjalanan pendidikan nasional, tetapi juga sebagai panggung apresiasi bagi institusi pendidikan yang konsisten menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap proses pembelajarannya. (*)







