Tanamkan Nilai Iman dan Kepedulian, PKDA Smamio Dimulai dengan Penuh Khidmat

Kontributor: Izzatulillah

banner 468x60

GIRIMU.COM — Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) di SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik resmi dimulai pada Senin (23/2/2026) dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan spiritual siswa dalam memperkuat pemahaman ke-Islaman, serta membentuk karakter yang berakhlak mulia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan muraja’ah bersama. Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di lingkungan sekolah, menciptakan suasana yang tenang dan menyejukkan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib di bawah bimbingan ustadz dan ustadzah.

Selanjutnya, siswa mendapatkan materi tentang thaharah. Dalam sesi ini dijelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian sebagai bagian dari keimanan. Materi disampaikan secara interaktif, sehingga siswa dapat memahami perbedaan najis dan hadas, serta tata cara bersuci yang benar sesuai tuntunan syariat.

Tidak hanya teori, kegiatan juga diisi dengan praktik salat jenazah. Siswa dibimbing untuk memahami rukun, syarat, serta bacaan dalam pelaksanaan salat jenazah. Praktik dilakukan secara langsung agar siswa benar-benar memahami tata caranya.

Sebagai penutup, siswa mengikuti pembelajaran praktik perawatan jenazah, mulai dari tata cara memandikan hingga mengafaninya. Materi ini diberikan sebagai bekal pengetahuan tentang fardhu kifayah yang kelak dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia PKDA, Bagus Rifani, SPd, menyampaikan, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga melatih kesiapan siswa dalam menjalankan kewajiban sebagai Muslim.

“Kami ingin siswa Smamio memahami, bahwa ilmu agama bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk diamalkan. Materi seperti thaharah dan perawatan jenazah adalah bekal penting dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Reytha Aura Ayu, siswa peserta PKDA kelas X2 juga menyampaikan kesan dan pesannya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan pengalaman baru kepada siswa. Pada gilirannya, bekal pengalaman itu kelak bisa dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dari praktik perawatan jenazah.

“Kegiatannya sangat bermanfaat dan menambah pengalaman baru bagi kami. Praktik salat jenazah dan perawatan jenazah membuat kami lebih paham dan tidak merasa takut lagi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKDA ini, Smamio berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, ibadah, dan kepedulian sosial. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. (*)

 

Author