TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Manyar, Gresik, menunjukkan pembelajaran kreatif berbasis digital, kecerdasan artifisial (AI), dan coding dalam kegiatan supervisi Satuan PAUD Sekolah Model, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut mendapat kunjungan dari Widyaprada Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Sudaryanti. Ia hadir di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dan disambut keluarga besar TK Aisyiyah 36 PPI.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Supervisi dari Direktorat PAUD Kemendikdasmen tiba di lokasi. Setelah proses penyambutan, rombongan langsung melihat suasana class meeting serta refleksi pembelajaran digital dan AI di ruang kelas Kelompok B.
Observasi dimulai dari kelas B1 Pelangi Ceria. Di kelas ini, anak-anak mengikuti aktivitas unplugged coding atau pembelajaran coding tanpa gawai.
Mereka mencocokkan gambar dan simbol menggunakan permainan Spot It, membuat pola dari bentuk geometri segitiga sesuai gambar petunjuk, serta memecahkan tantangan labirin di atas Karpet Logicraft berukuran besar.
Di tengah aktivitas tersebut, siswi bernama Aisha Medina Zunaira menunjukkan daya juang dan fokus yang kuat. Saat teman-temannya berpindah ke permainan lain, Aisha memilih bertahan karena belum selesai menyusun pola gambar dari bentuk geometri segitiga.
“Ustazah, boleh tidak aku di sini saja buat bentuk?” tanya Aisha.
Guru kelas, Kurniawati, tidak langsung melarang. Ia memberi dukungan agar Aisha berani mencoba tantangan baru di sudut lain.
“Dicoba dulu ya sayang. Nanti kalau ternyata tidak sesuai atau kurang suka, Aisha boleh kembali lagi ke sini,” tutur Kurniawati.
Aisha sempat beranjak untuk melihat permainan lain. Namun, rasa ingin tahunya membuat ia kembali ke permainan awal dan memilih menuntaskan pola segitiga yang belum selesai.
Suasana tak kalah menarik terlihat di kelas B2 Awan Biru. Anak-anak juga mengikuti metode unplugged melalui permainan Game Face Change Rubik’s Cube Game Puzzle.
Dalam permainan itu, anak-anak menyusun dadu ekspresi wajah sesuai gambar yang diberikan. Mereka juga meronce berbagai bentuk geometri untuk melatih logika, konsentrasi, dan motorik halus.
Di kelas ini, perhatian perwakilan Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Tri Astuti Pramudewi, tertuju kepada salah satu siswa bernama Namira Mumtazah Al Faza atau Nami.
Tri Astuti secara spontan mengajak Nami berinteraksi. Ia menguji Nami melalui permainan mengelompokkan objek berdasarkan bentuk dan warna di meja belajar.
Dengan tenang dan percaya diri, Nami berhasil menyelesaikan tantangan tersebut. Kemampuan itu menunjukkan bahwa pemahaman logika anak-anak TK Aisyiyah 36 PPI telah terbangun dengan baik.
Rombongan kemudian menuju ruang kelas digital yang juga berfungsi sebagai laboratorium komputer sekolah. Di ruang ini, anak-anak kelas B3 Bulan Sabit mulai menggunakan perangkat digital secara langsung.
Mereka belajar coding melalui program Pre-reader Express dan berkreasi menggunakan aplikasi ScratchJr di layar komputer.
Agar suasana kelas tetap kondusif saat anak-anak menunggu giliran menggunakan komputer, guru menyiapkan aktivitas unplugged. Anak-anak mencocokkan tulisan dengan simbol-simbol digital di meja mereka.
Manajemen kelas tersebut membuat seluruh anak tetap aktif, berpikir kritis, dan tidak kehilangan waktu belajar.
Kreativitas pembelajaran dan tata kelola sekolah mendapat apresiasi dari Sudaryanti. Ia menyampaikan rasa syukur karena Direktorat PAUD memberi perhatian terhadap kemajuan pendidikan anak usia dini di daerah.
“Alhamdulillah ya, kita bersyukur karena ada perhatian dari Direktorat PAUD untuk kemajuan pendidikan di daerah,” ujar Sudaryanti di sela kegiatan.
Sudaryanti juga memuji lingkungan belajar dan fasilitas TK Aisyiyah 36 PPI. Menurutnya, sekolah tersebut menunjukkan kesiapan sebagai sekolah model.
“Luar biasa. Pembelajaran, lingkungan, fasilitas, dan dukungan stakeholder luar biasa bagus,” katanya.
Sinergi antara yayasan, kepala sekolah, guru, dan komite orang tua menjadi fondasi penting bagi TK Aisyiyah 36 PPI. Sekolah ini terus mendorong pembelajaran adaptif agar anak-anak siap menghadapi perkembangan zaman.







