Dari Umpan ke Kenangan, Family Fishing Day SD Muhammadiyah Benjeng Rajut Kebersamaan Siswa dan Orang Tua

Pewarta: Nadiyah Syifa Adeliyah

Kabar387 Dilihat
banner 468x60

GIRIMU.COM — Di tepi tambak yang tenang, tawa anak-anak pecah bersahut-sahutan setiap kali kail mereka bergetar. Bukan sekadar memancing, Family Fishing Day yang digelar SD Muhammadiyah Benjeng pada Minggu (26/4/2026) menjadi ruang perjumpaan hangat antara sekolah, siswa baru, dan orang tua dalam suasana yang cair dan penuh makna.

Kegiatan yang berlangsung di tambak milik Surahman, Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Benjeng, ini menjadi pembuka yang berbeda bagi siswa tahun ajaran 2026–2027. Alam terbuka, udara segar, dan kebersamaan menjadi latar yang menyatukan seluruh peserta dalam pengalaman belajar yang tidak biasa.

Acara diawali dengan sambutan Surahman yang mengajak seluruh peserta mensyukuri nikmat kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan bagian dari pendekatan pendidikan yang menghadirkan pengalaman langsung bagi anak-anak.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menyenangkan anak-anak dan orang tua, sekaligus menjadi pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.

Memasuki sesi utama, suasana tambak berubah riuh. Meski matahari cukup terik, antusiasme peserta tidak surut. Anak-anak bersama orang tua mulai memasang umpan, melempar kail, hingga menunggu dengan penuh harap. Setiap tarikan ikan disambut sorak sorai, menghadirkan kegembiraan yang menular.

Beragam jenis ikan berhasil ditangkap, mulai dari lele, mujair, patin, hingga bandeng. Momen paling mencuri perhatian datang dari Muhammad Nathan Ashabul Kahfi, siswa baru yang berhasil mengangkat bandeng berukuran besar. Dengan wajah sumringah, ia mengungkapkan kegembiraannya, “Aku senang sekali.”

Bagi sebagian siswa, pengalaman ini menjadi yang pertama. Mereka belajar langsung bagaimana memancing, dari memasang umpan hingga menarik hasil tangkapan. Kesan mendalam pun dirasakan para peserta, seperti diungkapkan Azkiya Kamilah, “Senang sekali, karena belum pernah ke pemancingan sebelumnya, apalagi bisa dapat ikan.”

Keceriaan tidak berhenti di situ. Pembagian doorprize turut menambah semarak acara. Anak-anak tampak antusias menanti hadiah, sementara gelak tawa terus mengalir sepanjang kegiatan.

Menjelang akhir acara, suasana berubah lebih hangat saat seluruh peserta berkumpul untuk makan bersama di pinggir tambak. Semilir angin dan suasana alam yang tenang memperkuat rasa kebersamaan yang terjalin sepanjang hari.

Lebih dari sekadar kegiatan rekreasi, Family Fishing Day menjadi medium efektif untuk membangun kedekatan emosional antara siswa, orang tua, dan sekolah. Momentum ini menandai awal perjalanan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengalaman, kebersamaan, dan pembentukan karakter.

Dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, SD Muhammadiyah Benjeng menunjukkan bahwa proses belajar dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan—bahkan dari seutas kail dan sepotong umpan yang menjelma menjadi kenangan tak terlupakan.

Editor