girimu.com – Suasana halaman Masjid Attaqwa di Perumahan Pondok Permata Suci, Manyar, Gresik, Ahad (8/2/2026), dipenuhi wajah-wajah haru dan bangga. Ratusan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Attaqwa Aisyiyah PPS Suci Manyar diwisuda setelah menuntaskan tahap awal pembelajaran membaca Al-Qur’an. Momentum ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan milad lembaga tersebut.
Sejak pagi, wali santri, ustadz, dan ustadzah memadati halaman hingga ruang dalam masjid. Prosesi berlangsung khidmat, namun tetap hangat dalam balutan kebahagiaan. Wisuda menjadi penanda keberhasilan para santri yang telah melalui proses belajar merangkai huruf hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
Ketua Majelis PAUD Dasmen PRA Suci Gresik, Dr. Anis Shofatun, S.Si., M.Pd., hadir memberikan sambutan sekaligus motivasi. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni tahunan.
“Hari ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah panen dari kesabaran, ketekunan, dan doa ayah bunda serta para ustadz dan ustadzah TPA,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wali santri.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah kini telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara lembaga, guru, dan keluarga.
Dr. Anis juga menekankan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang menuntun manusia ke jalan yang lurus, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Isra ayat 9. Ia menyebut wisuda seharusnya menjadi awal perjalanan yang lebih dalam bersama Al-Qur’an, bukan akhir proses belajar.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan besar generasi anak-anak di era digital. Gawai, media sosial, dan beragam tontonan tanpa batas, menurutnya, menjadi realitas yang tak terhindarkan.
“Al-Qur’an adalah cahaya di tengah tantangan zaman. Jika sejak kecil anak-anak dekat dengan Al-Qur’an, mereka akan lebih kuat menghadapi pergaulan dan lebih bijak menggunakan teknologi,” katanya.
Wakil Kepala Kurikulum SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik itu juga menyampaikan pesan khusus kepada para wali santri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti di TPA, melainkan harus berlanjut di rumah sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak.
Ia mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam keseharian. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menyampaikan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.
Menutup sambutannya, Dr. Anis mendoakan para santri agar kelak tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah yang sukses meraih cita-cita tanpa melepaskan Al-Qur’an dari kehidupannya.
“Hai anak-anak hebat, terus semangat dan bermimpi besar. Kalian bisa menjadi profesor, pengusaha, arsitek, insinyur, atau guru yang tetap memegang teguh Al-Qur’an. Hati dan lisan kalian harus selalu dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.
TPA Attaqwa Aisyiyah PPS Suci Manyar saat ini memiliki 173 santri yang didampingi 14 ustadz dan ustadzah pengajar. Milad dan wisuda tahun ini menjadi penegas komitmen lembaga tersebut dalam melahirkan generasi Qur’ani yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan umat. (*)


