– Lazismu KL Dukun menggelar pembinaan takmir masjid dan sosialisasi kurban 1447 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah Dukun, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan kurban yang transparan dan terstruktur.
Kegiatan diikuti takmir masjid dan musala se-Kecamatan Dukun dengan antusias. Fokus utama pembinaan adalah penguatan akuntabilitas keuangan serta optimalisasi sinergi dengan lembaga resmi dalam pengelolaan program kurban.
Dalam sesi pertama, perwakilan PDM Gresik, M. Thoha Ma’sum, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan masjid. Takmir diharapkan mampu menyusun laporan arus kas secara terbuka, baik pemasukan maupun pengeluaran.
“Pelaporan yang baik akan memudahkan koordinasi, termasuk dalam pelaksanaan kurban. Kolaborasi dengan Lazismu atau Baznas penting agar distribusi dan pendataan hewan kurban lebih terarah,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan konsep One Muhammadiyah One Response (OMOR), yakni sistem respons terpadu dalam pengelolaan kegiatan sosial keagamaan melalui satu pintu, termasuk infak dan kurban.
Sementara itu, pada sesi kedua, Minal Abidin memaparkan skema program kurban Muhammadiyah yang dapat diadopsi takmir masjid. Terdapat dua model utama, yakni kurban konvensional di lingkungan masjid serta kurban kemasan yang dikelola Lazismu.
“Kurban kemasan diolah menjadi produk seperti rendang kaleng melalui kerja sama dengan pihak profesional, termasuk RPH. Program ini mendukung ketahanan pangan dan dapat disalurkan ke wilayah terdampak bencana,” jelasnya.
Peserta menyambut positif kegiatan ini. Salah satu peserta, Shobahul Kirom, menilai pembinaan tersebut membuka wawasan baru dalam pengelolaan kurban.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Harapannya takmir dapat menerapkan hasil pembinaan dan menjalin kolaborasi yang baik dengan Lazismu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, takmir masjid dan musala di wilayah Dukun diharapkan semakin profesional dalam pengelolaan keuangan serta pelaksanaan kurban. Sinergi dengan lembaga resmi juga diharapkan semakin kuat guna meningkatkan kemaslahatan umat.








