Rancang ‘Lesson Study’, SD Muwri Datangkan Pengawas untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan

Reporter: Rahmat Syayid Syuhur

Berita Sekolah1360 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Semangat meningkatkan kualitas pembelajaran terus ditunjukkan oleh SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik. Untuk maksud tersebut, sekolah ini mendatangkan Pengawas SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Ria Pusvitasari, MPd untuk memberikan pendampingan dan sharing ilmu seputar Merancang Lesson Study.

Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna SD Muwri in diikuti oleh guru kelas serta beberapa guru bidang studi dengan penuh antusias pada Senin (18/5/2026).

Dalam paparannya, wanita yang akrab disapa Vita itu mengawali materi dengan berbagi pengalaman pribadinya ketika kali pertama ditunjuk menjadi guru model di sekolah tempatnya mengajar. Ia menceritakan, bahwa awalnya dirinya mencoba menerapkan lesson study di kelasnya sendiri sebagai upaya memperbaiki kualitas pembelajaran.

“Awalnya saya hanya mencoba di kelas sendiri. Kemudian saya melakukan open class dan mengundang guru sejawat untuk menjadi observer, serta mengamati proses pembelajaran yang saya lakukan,” tuturnya di hadapan peserta.

Dari proses sederhana tersebut, Vita mengaku mendapatkan banyak masukan berharga dari rekan sesama guru. Kegiatan lesson study yang dilakukan secara konsisten akhirnya mengantarkannya menjadi guru model dan memberinya kesempatan berharga untuk merasakan langsung proses kegiatan belajar mengajar di Jepang dan berkeliling ke beberapa provinsi. Pengalaman tersebut membuat para peserta semakin termotivasi untuk mulai menerapkan budaya belajar kolaboratif di lingkungan sekolah.

Menurut Vita, lesson study bukan sekadar kegiatan supervisi pembelajaran biasa, melainkan sebuah pendekatan yang mendorong guru untuk terus belajar bersama demi meningkatkan kualitas pendidikan. Vita menjelaskan, lesson study merupakan metode atau pendekatan yang dilakukan guru secara kolaboratif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam prosesnya, murid ditempatkan sebagai subjek pembelajaran, bukan sekadar objek yang menerima materi.

“Inti dari lesson study adalah bagaimana guru bersama-sama belajar demi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid,” jelas Vita mantan kepala SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) ini.

Adapun tahapan lesson study, lanjut Vita, diawali dengan plan atau perencanaan. Pada tahap ini, guru yang tergabung dalam komunitas belajar bersama-sama menyusun perangkat dan rencana pembelajaran secara kolaboratif. Selanjutnya memasuki tahap pelaksanaan, salah satu guru bertindak sebagai guru model yang mengajar di kelas, sementara guru lainnya menjadi observer untuk mengamati jalannya pembelajaran.

Menariknya, observer dalam lesson study tidak fokus menilai guru yang mengajar, melainkan mengamati aktivitas, respon, dan keterlibatan murid selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil pengamatan tersebut kemudian dilaksanakan refleksi bersama. Pada tahap refleksi, seluruh observer mendiskusikan hasil pembelajaran yang telah berlangsung untuk menemukan hal-hal baik yang perlu dipertahankan maupun kekurangan yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya. Dengan demikian, proses peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung interaktif. Para guru tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai penerapan lesson study yang akan diterapkan di kelas masing-masing. Beberapa guru juga menyampaikan tantangan yang selama ini dihadapi dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.

Melalui kegiatan ini SD Muwri berharap, budaya kolaborasi antarguru semakin kuat, sehingga kualitas pembelajaran di sekolah terus meningkat. Selain itu, lesson study diharapkan mampu membangun komunitas belajar guru yang saling mendukung dan terus berkembang demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswa. Di sisi lain, pendampingan tersebut menjadi salah satu langkah nyata SD Muwri dalam membangun budaya belajar bersama di lingkungan sekolah serta memperkuat profesionalisme guru di era pendidikan modern yang terus berkembang. (*)

 

Editor