Rangkaian Penilaian Akhir Kelas VI, MIISMO Gelar Manasik Haji, Umroh, dan Renang

Reporter: Alfah

Berita Sekolah1643 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Sebanyak 131 siswa, di antaranya 12 siswa kelas VI MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) Kecamatan Dukun, Gresik mengikuti kegiatan eksplorasi akhir tahun bertajuk “Mewujudkan Generasi Muhammadiyah yang Sehat Jasmani dan Rohani” pada Senin (18/5/2025). Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini menggabungkan praktik manasik haji dan umroh dengan pelatihan renang sebagai bagian dari penilaian akhir.

Tepat pukul 07.00 WIB, mobil Tayo yang membawa mereka melaju dengan pelan. Diiringi bacaan talbiyah dan doa dari anak-anak MIISMO, menjadikan suasana perjalanan semakin haru.
Simulasi manasik haji dan umroh dilaksanakan di Masjid Ahmad Dahlan Sidayu. Sebanyak 131 siswa, 12 di antaranya kelas VI mengikuti kegiatan eksplorasi akhir tahun. Kegiatan ini  menggabungkan praktik manasik haji dan umroh dengan pelatihan renang sebagai bagian dari penilaian akhir.

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah. Semua siswa sangat antusias, apalagi kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan beberapa sekolah yang tergabung dalam Foskam Pantura (Ujung Pangkah). Di bawah terik matahiari yang agak mendung namun menyengat, siswa bergiliran memerankan prosesi tawaf, sai, tahallul, dan doa dengan bimbingan guru PAI dan pembimbing dari pihak masjid Ahmad Dahlan Sidayu.

Kepala MIISMO, Alfah, SPd, menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk mengukur pencapaian siswa tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga psikomotorik dan afektif.

“Kegiatan manasik haji dan umroh melatih kedisiplinan, kebersamaan dan pemahaman ibadah praktis. Sementara renang masuk dalam penilaian PJOK untuk menguji keberanian, keselamatan air, dan kebugaran jasmani siswa,” ujarnya.

Di sesi pembukaan, Ketua Foskam Pantura, Mohammad Wasil, SPdI, menyampaikan apresisi yang sedalam-dalamnya kepada seluruh kepala madrasah dan siswa yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh kepala madrasah dan anak-anakku semuanya yang sudah siap mengikuti kegiatan ini. Sengaja kami buat simulasi ini agar anak-anak paham rukun dan wajib haji secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya bersenag-senang, tetapi dikaitkan dengan penilaian akhir. Harapannya, ilmu ini melekat dan bisa mereka praktikkan saat dewasa nanti,” kata Ustadz Wasil.

Pukul 10.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan manasik telah selesai. Beberapa armada Tayo beriringan menuju kolam renang Malindo di desa Lowayu, Dukun, Gresik. Sesampainya di sana, anak-anak di-breafing terlebih dahulu sebelum masuk. Suasana semakin ramai dan kian menggembirakan. Bahkan, beberapa anak tidak sabar menunggu untuk berenang.

Didampingi instruktur besertifikat dan guru PJOK, Faris Hidayat, siswa dibagi kelompok sesuai nama lembaganya. Materi meliputi teknik dasar mengapung, pernafasan, dan keselamatan diri di air.

Dengan kegiatan ini, diharapkan ujian pembelajaran dapat tercapai dengan sempurna, dengan target: mengukur kompetensi siswa dalam konteks nyata, bukan hanya ujian tulis; menanamkan nilai sabar, tolong-menolong, dan tanggung jawab; memberkani pengalaman praktis ibadah dan keterampilan hidup dasar seperti berenang.

Antusiasme terlihat dari wajah para siswa. “Seru banget bisa keliling ka’bah, seperti beneran. Jadi mengerti gimana rasanya ibadah haji,” kata Marsya. Temannya, Naja, menambahkan, “Yang paling ditunggu renangnya. Awalnya takut, tapi sekarang berani loncat sendiri.”

Wali murid juga mengapresiasi. “Kegiatan seperti ini jarang ada. Anak saya jadi lebih semangat sekolah, karena belajarnya nggak cuma di kelas. Terima kasih gurunya sudah kreatif,” ujar Ninis, wali murid dari Kevin. (*) 

Editor