Badai dan Mati Lampu Tak Goyahkan 98 Siswa Spemupat Menghafal Al-Qur’an

Reporter: Pristy Novida

Berita Sekolah989 Dilihat
banner 468x60

Hujan deras tak hanya membasahi bumi Kebomas, tapi juga mengiringi khidmatnya Tahfidz Camp di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) pada Jumat, 22 Mei 2026. Bahkan, mati lampu mendadak tak sedikit pun menyurutkan semangat 98 siswa kelas tujuh dan delapan untuk terus mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, justru menambah kesan syahdu di tengah dinginnya malam.

Kegiatan yang dirancang untuk memupuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini ini berjalan lancar. Dalam kelompok-kelompok kecil, para siswa dengan antusias menyetorkan hafalan surat kepada teman mereka yang tergabung dalam kelas tahfidz, yang memang telah mahir menghafal juz 30. Kelas khusus penghafal Al-Qur’an ini sendiri dibimbing langsung oleh ustad dari Rumah Tahfidz Pimpinan Cabang Aisiyah Kebomas.

Faridatul Asriah, selaku Waka Ismuba, saat membuka acara, menegaskan tujuan mulia di balik camp ini. “Mengajak siswa untuk lebih mencintai, lebih dekat dengan Al Qur’an adalah tujuan dari kegiatan ini,” ujarnya. Acara dibuka dengan murojaah juz 30 yang dipimpin oleh Tety, selaku pembina BTQ.

Tak hanya berfokus pada hafalan, siswa juga diajak mengasah spiritualitas melalui sholat Qiyamul Lail berjamaah. Tepat pukul tiga dini hari, seluruh peserta bergegas menuju masjid, menembus dinginnya malam untuk berwudhu. Walau mata masih terasa berat karena tak terbiasa, semangat mereka tak luntur. Sugeng Santoso, dengan suara khas dan lantunan bacaan merdu, memimpin sholat, menjadikan sepertiga malam itu terasa begitu syahdu.

Rangkaian Tahfidz Camp diakhiri dengan permainan ular tangga keislaman, yang menguji kemampuan dan pemahaman siswa dalam belajar Al-Islam.

Editor