GIRIMU.COM — Menjelang usia ke-21, SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik tidak hanya bersiap merayakan milad, tetapi juga menandai babak baru dalam sejarahnya. Untuk pertama kalinya, para alumni lintas generasi berhimpun dalam satu forum resmi dan melahirkan wadah bersama bernama ALMAUWRI—simbol kebangkitan jejaring alumni yang selama ini tersebar.
Pertemuan perdana tersebut digelar di ruang utama Musholla At-Taqwa SD Muwri, Sabtu (25/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Alumni dari angkatan pertama hingga angkatan ke-15 yang baru lulus tahun lalu hadir, mempertemukan lintas generasi dalam satu ikatan emosional yang kuat.
Forum ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, melainkan momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kontribusi nyata bagi almamater. Dalam musyawarah yang berlangsung cair dan penuh kebersamaan, para alumni sepakat membentuk organisasi resmi bernama ALMAUWRI (Alumni SD Muhammadiyah 1 Wringinanom).
Salah satu agenda utama adalah pemilihan ketua alumni. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, forum secara aklamasi menetapkan drg. Riyan Chandra Anggraeni sebagai Ketua ALMAUWRI. Keputusan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir.
Riyan Chandra Anggraeni bukan sosok asing bagi SD Muwri. Ia merupakan bagian dari angkatan pertama—generasi awal yang menyaksikan langsung perjalanan sekolah dari fase perintisan hingga berkembang seperti saat ini. Lahir di Gresik pada 26 Juni 1999, ia menempuh pendidikan dasar di SD Muwri, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Krian dan SMA Negeri 1 Krian, hingga menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah. Kini, ia mengabdi sebagai dokter gigi sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Riyan mengungkapkan rasa haru dapat kembali ke almamater yang menyimpan banyak kenangan. Ia mengenang masa-masa awal sekolah yang penuh keterbatasan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa kembali ke sekolah ini. Dulu jumlah siswa sangat sedikit, bahkan sampai lulus hanya sekitar 11 orang. Itu pun karena ada tambahan siswa pindahan,” ujarnya.
Ia juga mengingat bagaimana pada awal berdiri, kegiatan belajar mengajar masih menumpang di gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 sebelum akhirnya memiliki gedung sendiri secara bertahap.
“Perjalanan SD Muwri ini luar biasa, dari kondisi yang sangat sederhana hingga berkembang pesat seperti sekarang. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai alumni untuk ikut membesarkan almamater,” tuturnya.
Sebagai ketua terpilih, Riyan menegaskan pentingnya membangun konektivitas antaralumni. Ia mengajak seluruh alumni untuk bersinergi, membuka ruang kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi konkret bagi sekolah.
“Kita perlu saling terhubung, bertukar gagasan, dan membangun kerja sama. Jika ada peluang untuk kemajuan almamater maupun sesama alumni, mari kita wujudkan bersama,” katanya.
Ke depan, ia berencana menyusun struktur organisasi ALMAUWRI secara lebih lengkap, termasuk pembentukan berbagai bidang serta penunjukan koordinator di setiap angkatan guna memperkuat koordinasi lintas generasi.
Pertemuan ini menjadi titik awal terbentuknya jaringan alumni yang solid dan berdaya guna. Dengan semangat kebersamaan, ALMAUWRI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor penggerak kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan SD Muhammadiyah 1 Wringinanom.
Momentum milad ke-21 pun kian bermakna dengan lahirnya organisasi alumni ini. Rencananya, pengukuhan pengurus ALMAUWRI akan digelar pada puncak peringatan milad, Sabtu (9/5/2026), yang akan dimeriahkan dengan pawai seni, penampilan kreasi siswa dan alumni, serta bazar kuliner IWAMA di halaman SD Muwri.
Dari pertemuan sederhana itu, satu harapan besar mengemuka: alumni tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama—menguatkan akar, sekaligus mendorong SD Muwri melangkah lebih jauh ke masa depan.







