Muhammadiyah • Jul 15 2023 • 29 Dilihat
MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Memberi pengarahan pada Refleksi Milad ke-95 tahun organisasi perempuan muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA) pada Sabtu (15/7), Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Hj Latifah Iskandar berpesan agar NA melakukan penguatan ideologi Muhammadiyah.
Penguatan ideologi dianggap penting agar di usia satu abad nanti NA semakin solid dan semakin banyak melahirkan kader mumpuni. Apalagi, NA menurutnya memiliki tugas berat untuk mewujudkan 10 pilar gagasan Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah (KMTNA) yang telah disusun pada tahun 2016.
Kesepuluh pilar tersebut adalah: 1) Kokoh Akidah dan Akhlakul Karimah; 2) Sehat Jasmani, Rohani, dan Lingkungan; 3) Kemandirian; 4) Keadilan dengan Semangat Al-Ma’un; 5) Misi Perdamaian; 6) Demokrasi; 7) Anti Kekerasan; 8) Kesetaraan Akses; 9) Ramah Lingkungan/Ecofamily; 10) Tanggap Bencana.
“10 pilar ini prioritas semuanya. Saya yakin kita akan serius melihat dan mencari cara dan strategi bagaimana ketangguhan NA dengan 10 elemen itu bisa kita lakukan. Memang tidak mudah, tapi perjalanan 95 tahun NA ini akan bisa dengan cepat dan mudah untuk masuk ke hal-hal strategis dan substansial tersebut,” ujarnya.
Selain menyampaikan tahniah pada usia NA, Latifah Iskandar juga memuji tema yang diambil, “Perempuan Tangguh Mencerahkan Indonesia”. Tema itu menurutnya sesuai dengan harapan Indonesia Emas 2045.
“Ini pilihan tema yang luar biasa karena Indonesia ke depan membutuhkan orang-orang, organisasi dan masyarakat yang tangguh untuk Indonesia yang lebih cerah, dan lebih baik,” pujinya.
Sebagai kader penerus organisasi ‘Aisyiyah, NA juga dia minta untuk memperkuat tradisi manajemen organisasi yang baik. Bersama ideologi Kemuhammadiyahan yang kuat, kemampuan manajemen organisasi menjadi modal penggerak di usia abad kedua mengingat tantangan ke depan semakin sulit dari krisis kesehatan, krisis iklim, hingga krisis pangan.
“Kita bisa melakukan pengkhidmatan karena basis keagamaan kita, yaitu berideologi Muhammadiyah yang dasarnya Alquran dan Sunnah, inilah yang membuat kita bisa bertahan dan berkmebang sampai saat ini. Pemikiran resmi yang disebut ideologi Muhammadiyah yang menjadi sistem paham Islam tentang kehidupan, pola pemikiran, cita-cita dan strategi perjuangan Muhammadiyah harus kita implementasikan, kita jadikan dasar yang kuat bagaimana kita menjalankan organisasi. Dan saya yakin 95 tahun usia NA karena kita menggunakan dasar-dasar itu,” jelas Latifah.
“Maka mari kita bersama-sama sebagai perempuan Muhammadiyah selalu membangun sinergi, kolaborasi untuk Indonesia yang lebih cerah seperti tema milad. Kita bangun leadership, kuatkan leadership, tingkatkan manajemen organisasi dan insyaAllah kita akan lari kencang dan akan menjadi pemimpin di Indonesia. Kita bersyukur sekali lagi lahir banyak tokoh, pemimpin, aktivis dari kawahnya Nasyiatul Aisyiyah,” tutup Latifah. (afn)
Hits: 0
sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id
muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah
View all postsmuhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah
MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA—Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, menekankan pen...
MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA—Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi saksi berkumpulnya sekita...
MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) harus menjadi arus ut...
MUHAMMADIYAH.OR.ID, KENDARI – Evangelis (Ev) Munfaridah dari Majelis Gereja Kebangunan Kalam Allah...
MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Manhaj Tarjih Muhammadiyah dirancang untuk menjaga relevansi dan ...
MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA — Dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu (24/08) di acara ROSI, Kom...
No comments yet.