Infomu • Oct 08 2022 • 29 Dilihat
Yogyakarta, InfoMu.co – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejatinya menjadi ibu kota Muhammadiyah di mana pimpinan pusatnya ada di sana. Kehadiran Muhammadiyah di Yogyakarta ini seharusnya dapat menjadi uswah hasanah dan barometer bagi Muhammadiyah di wilayah-wilayah lainnya. Dari DIY lah, para pimpinan, kader, warga, juga simpatisan dapat memperkaya hasanah pemahaman Kemuhammadiyahan atau al Islam Kemuhammadiyahan di mulai dari jejak awal perjalanan Kiai Ahmad Dahlan juga generasi awal Muhammadiyah lainnya.
Hal itu yang menjadi pemikiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.
Haedar menjelaskan Kiai Dahlan dan generasi awal Muhammadiyah meletakkan pondasi dan diteruskan oleh para penerus yang kemudian cerminannya tertuang dalam pemikiran-pemikiran resmi Muhammadiyah.
“Jadi kalau di era Kiai Dahlan itu tidak terlalu banyak hasanah yang beliau tinggalkan tetapi yang terbesar itu jejak pembaharuannya, merintis pembaharuan pendidikan modern, mengaplikasikan Al Ma’un menjadi institusi rumah sakit, pelayanan sosial, kemudian mendirikan ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan satu-satunya di dunia dan pertama saat itu,” ungkap Haedar.
“Kemudian merintis gerakan-gerakan yang terlalu banyak untuk saya daftar, dan tidak kalah pentingnya adalah memperbaharui pemikiran keislaman yang tetap merujuk pada Al Quran dan Sunnah tetapi mengembangkan ijtihad. Buku-buku yang hadir saat itu karya Pak Sujak, 2 buku dari Kyai Haji tentang 7 ajaran Kiai Dahlan dan 17 pokok ajaran Al Quran yang diajarkan Kiai Dahlan di samping nanti 1 pidato beliau yang sangat monumental tentang tali pengikat hidup tahun 21,” lanjut Haedar.
Setelah itu, kata Haedar, tersambung lewat 12 langkah Muhammadiyah pada tahun 1938, kemudian Muqaddimah Anggaran Dasar tahun 1946, Kepribadian Muhammadiyah tahun 1962, Matan Keyakinan tahun 1969, Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah tahun 1969-1968, kemudian Khittah 1971 yang kemudian direformasi Khittah 1978 dan dimodifikasi menjadi paling lengkap Khittah tahun 2002.
“Jadi jika ingin membaca Khittah paling lengkap bacalah di Khittah 2002 itu mengakomodasi seluruh Khittah,” katanya.
Kemudian pada dakwah kultural tahun 2002, Haedar menyebut ada pedoman hidup Islami 2000 di Jakarta. Setelah itu ada pernyataan pemikiran Muhammadiyah abad ke-2 tahun 2010, lalu ada Indonesia Berkemajuan tahun 2014, dilanjutkan visi karakter bangsa tahun 2007, lalu terakhir Muhammadiyah merumuskan pancasila darul ‘ahdi wa syahadah tahun 2015.
“Seluruh pemikiran ini sebenarnya representasi dari wajah Muhammadiyah generasi awal dan perjalanan Muhammadiyah yang dihasilkan oleh Muhammadiyah, termasuk manhaj tarjih dari berbagai karya fikih jadidnya, fikih baru. Artinya kalau orang ingin belajar dari pemikiran-pemikiran Muhammadiyah itu dan ingin tahu sejarah awal Muhammadiyah tanya kepada anggota, kader, pimpinan Muhammadiyah di seluruh DIY dari wilayahnya sampe cabang ranting paham. Maka ini lebih dari museum, tetapi menjadi museum hidup Muhammadiyah. Al Islam dan Kemuhammadiyahan hidup di DIY,” papar Haedar.
“Ini meniscayakan ke depan itu pusat-pusat pengajian, pembinaan tabligh, tarjih, itu harus hidup mencerminkan itu karena itulah Muhammadiyah. Kalau yang ruju’ ila Al Qur’an dan Sunnah banyak, tetapi yang ruju’ ila Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman bayani, burhani, irfani, ijtihad, dan mewujudkan dalam amal-amal usaha yang hebat hanya Muhammadiyah yang punya. Ini perbedaan gerakan Islam Muhammadiyah dengan yang lain. Disinilah seluruh wilayah DIY harus menjadi museum dari Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” terangnya. (muhammadiyah.or.id)
Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung, termasuk La...
Oleh: Sukron Abdilah* BANDUNGMU.COM — Kita selalu beranggapan bahwa untuk berbuat baik harus mem...
BANDUNGMU.COM, Bandung – Diskusi mengenai tobat pelaku zina yang belum menjalani hukuman sering me...
BANDUNGMU.COM, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad secara resmi membuka...
CIREBONMU.COM — SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon adakan kegiatan camping yang penuh d...
BANDUNGMU.COM, Jakarta — Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustaz A...
No comments yet.